BERITA PEMDA

Lima Hari Sekolah Untuk Membentuk Karakter Anak

PANGKALAN BUN, PPOST

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kotawaringin Barat, Aida Lailawati menyebut kebijakan lima hari sekolah (full day school) dalam sepekan bertujuan membentuk karakter anak menjadi lebih baik.

   Pada prinsipnya Aida menyambut baik terhadap ketentuan 5 hari kerja tersebut, hal ini sesuai dengan arahan mendikbud bahwa 5 hari kerja ini dimaksudkan agar orangtua dan anak lebih banyak waktu untuk berkomunikasi.

   Orang tua juga diharapkan untuk berupaya membangun dan membina karakter anak dengan baik selain itu juga untuk menumbuhkan dunia pariwisata sebabnya selama ini orang tua saat libur dan akan berekreasi berbenturan dengan anak yang akan sekolah.” Lebih pada untuk pembentukan karakter anak,” kata Aida.

   Walau diterapkan lima hari sekolah tentu berimbas pada waktu jam belajar. Untuk lima hari sekolah maka jam belajar mengajar di sekolah berubah menjadi 8 jam sehari.

    Tetapi 8 jam belajar tidak harus di depan kelas terus menerus tetapi sekolah lebih banyak mengisi ekstrakulikuler terutama dalam pendidikan karakter anak.

     Untuk diketahui bahwa untuk di Kabupaten Kotawaringin Barat lima hari sekolah akan diterapkan pada tahun ajaran 2017-2018. Namun kebijakan ini belum bisa diterapkan kepada seluruh sekolah. Dinas pendidikan dan Kebudyaan baru melakukan Koordinasi dengan Dinas Cabang dan pihak sekolah namun lima hari sekolah akan diprioritaskan bagi sekolah dalam kota Pangkalan Bun.

          Sekolah Lima Hari

          Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Aida lailawati mengatakan bahwa kebijakan sekolah lima hari dalam sepekan (full day school) akan mulai diterapkan pada tahun ajaran baru 2017-2018.

       “Kami akan mulai pada tahun ajaran baru ini,Insyaallah,” kata Aida, Selasa (13/6).

       Menurut dia, kebijakan terebut sesuai dengan Permendikbud Nomor.23 tahun 2017 tentang Hari Sekolah dengan pemberlakuan sekolah 5 hari tersebut akan dilaksanakan secara bertahap dengan memperhatikan sumberdaya yang ada di sekolah dan sarana transportasi yang ada.

      Dijelaskan, terkait dengan kebijakan lima hari sekolah tersebut untuk di Kabupaten Kotawaringin Barat belum bisa diterapkan kepada seluruh sekolah. Saat in pihakya masih melakukan Koordinasi baik dengan Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta dengan pihak kepala sekolah.

      Saat ditanyai sekolah mana yang mendapat prioritas untuk penerapan lima hari kerja ia belum bisa mengatakan, karena harus dikomunikasikan dengan pihak kepala sekolah. Namun prioritasnya adalah sekolah yang berada di dalam kota Pangkalan Bun.

      “Kita lakukan bertahap dan prioritas adalah sekolah yang berada dalam kota Pangkalan Bun,” pungkasnya.

 

(PALANGKA POS, Rabu 14 Juni 2017)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *