BERITA PEMDA

Lebaran Idul Fitri Titik Kritis Keamanan Pangan Asal hewan

PANGKALAN BUN, PPOST

   Menjelang lebaran Idul Fitri ditenggarai merupakan titik kritis keamanan Pangan Asal Hewan (PAH). Hal ini berkaitan dengan meningkatnya peredaran perdagangan daging sapi di pasaran Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).

   Hal ini ditegaskan oleh Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kabupaten Kotawaringin Barat. Drh. Lilis Maslikah.

   Menurut Lilis permintaan daging sapi dipasaran selama bulan ramadan ini meningkat, pada hari biasa RPH hanya memotong 4 hingga 5 ekor sapi, jumlah tersebut meningkat di bulan ramadan menjadi 8 hingga 9 ekor sapi Pulau Madura.

  “Biasanya ada yang potong sendiri di rumah, dengan penertiban yang di lakukan maka mereka kembali memotong di RPH sehingga kita bisa menjamin kesehatan daging sapi tersebut,” kata Lilis.

    Ia yang juga merupakan kepala Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kobar menuturkan untuk peredaran sapi di pasaran ada beberapa persyaratan yang harus di penuhi, seperti lulus uji pemeriksaan kesehatan dan ternak disembelih oleh juru sembelih halal dan di berikan stempel biru.

    Kemudian setelah syarat di penuhi maka baru diberikan surat keterangan kesehatan dan asal daging yang di terbitkan oleh dokter hewan. Surat tersebut hanya berlaku 1 x 24 jam.

 

(PALANGKA POST, Selasa 13 Juni 2017)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *