BERITA PEMDA

HUT Pramuka Ke 53, Gelar Ziarah ke Makam Anggota

Rangkaian pertama dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Pramuka Tingkat Kwatir cabang Kotawaringin Barat (Kobar) didahului dengan ziarah ke makam anggota pramuka di pemakaman Umum Muslimin Skip Pangkalan Bun. Kegiatan ini langsung dipimpin oleh Ketua Kwarcab Kobar Gusti Imansyah diikuti pengurus Kwarcab Kobar.
Ziarah diawali di makam mantan wakil ketua mabicab Kobar yaitu mendiang Achjar, yang juga Wakil Bupati Kobar periode 2000–2005. Kemudian ziarah dilanjutkan ke makam mendiang antara lain Aries Riyanto, Ci Samad, Abdul Muis Hasan mantan ketua kwarcab Kobar, dan Gusti Husni Syamsul mantan wakil ketua kwarcab Kobar, yang makamnya berada di area makam keluarga Kesultanan Kutaringin.
Menurut Gusti Imansyah, ziarah ke makam anggota Pramuka ini, khususnya pada peringatan HUT Pramuka merupakan momentum untuk mengenang jasa-jasa para anggota Pramuka yang telah meninggal dunia.
“Dengan Keaktifan para pendahulu ini, telah membuat gerakan pramuka menjadi yang terbaik. Keberadaan mereka semasa hidup, telah pula menciptakan kader-kader yang terbaik. dan telah pula menjadi pemimpin di segala tingakatan, diawali dengan memimpin rumah tangga, bahkan hingga ke lavel Kabupaten Kotawaringin Barat ini, telah pula menjadi kepala dinas hingga Bupati itu sendiri. Dari itu jangan melupakan pramuka, terlebih dengan para pembinanya terutama yang sudah meninggal dunia, paling tidak mendoakannya,” imbuh Gusti Imansyah.
Selain ziarah rangkaian kegiatan HUT Gerakan Pramuka juga diisi dengan kegiatan ulang janji dan renungan yang dipusatkan di Sanggar Pramuka Kotawaringin Barat di Jalan Sutan Syahrir dan puncak HUT Gerakan Pramuka akan digelar acara khusus yang dipusatkan di halaman SMA Negeri 2 Pangkalan Bun. Rencananya yang bertindak sebagai pembina dalam upacara itu yaitu Bupati Kobar Ujang Iskandar yang juga Ketua Majelis Cabang Gerakan Pramuka Kobar.
Sementara itu, Gusti Imansyah menambahkan tentang kepramukaan, yaitu yuridis formal gerakan pramuka lahir pada tanggal 20 Mei 1961, karena pada tanggal tersebut Pj. Presiden Republik Indonesia menandatangani Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961.
Menurutnya kemajuan pramuka di Indonesia disebabkan oleh teraturnya sistem keorganisasian gerakan ini. Lahirnya Gerakan Pramuka di Indonesia ditandai dengan serangkaian peristiwa antara lain, Pidato Presiden/Mandataris MPRS di depan para tokoh dan pimpinan organisasi kepanduan Indonesia pada tanggal 9 Maret 1961 di Istana Negara. Peristiwa ini juga dikenal sebagai Hari Tunas Gerakan Pramuka. Kemudian terbitnya Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961 tentang Gerakan Pramuka dan bergabungnya berbagai organisasi kepanduan di Indonesia ke dalam organisasi Gerakan Pramuka pada tanggal 30 Juli 1961. Peristiwa ini dikenal sebagai Hari Ikrar Gerakan Pramuka.
Peristiwa lainnya yaitu pelantikan Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari di Istana Negara yang diikuti Pawai Pramuka pada tanggal 14 Agustus 1961. Peristiwa ini lah yang akhirnya diperingati sebagai Hari Pramuka.
“Pada tanggal 14 Agustus 1961 itulah Presiden Soekarno menyerahkan panji-panji gerakan pramuka kepada Sri Sultan Hamengkubuwono IX sebagai Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka yang pertama atau yang lebih dikenal sebagai Bapak Pramuka Indonesia. Sehingga pada tanggal itulah yang kemudian diperingati menjadi Hari Pramuka,” papar Gusti Imansyah.
Dilanjutkanya, kini gerakan kepanduan sudah menjadi bagian dari kurikulum pendidikan sekolah, dengan landasan hukum berupa Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka dan menjadi dasar hukum yang kuat serta mengikat bagi semua komponen bangsa untuk terlibat dalam Gerakan Pramuka itu. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 ini disahkan di Jakarta pada tanggal 24 November 2010 dan ditandatangani oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono serta dicatat dalam Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 131. (Sumber Radar Sampit, 14 Agustus 2014)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *